KEMULIAN WANITA DALAM KITAB AGAMA SIKH
Umat Sikh memiliki sebuah kitab suci yaitu Sri Guru Granth
Sahib (SGGS) atau cukup disebut Granth Sahib. Kitab suci ini merupakan pedoman
hidup umat Sikh yang merupakan rangkuman dari petuah “Sepuluh Guru Nanak Sikh”.
Guru Nanak Dev adalah guru pertama agama Sikh sekaligus pendiri agama ini.
Kitab suci ini ditulis dalam bahasa Punjabi. Nah, teks suci
inilah yang menjadi salah satu aspek penting dalam agama Sikh yang telah
memosisikan perempuan dalam kedudukan setara dengan laki-laki.
Terjemahan dalam bahasa Indonesia:
“Dari perempuan kita dilahirkan, dalam perempuan kita
dikandung; Dengan perempuan kita terikat, dengannya kita menikah; Perempuan
menjadi sahabat kita, melalui perempuan peradaban berlanjut; Ketika perempuan
meninggal, dia dirindukan: Melalui perempuan hukum dijaga. Lalu mengapa kita
menyebutnya si jahat? Dari padanya orang-orang besar dilahirkan; dari
perempuan, perempuan lahir. Dan tanpa perempuan, tak seorangpun ada. Tuhan yang
abadi hanya satu, Ya Nanak Yang tidak tergantung perempuan.” (Guru Nanak Dev,
Var Asa, pg. 473)
Membaca
ayat diatas dapat disimpulkan bahwa, yang dapat dilihat adalah kedamaian.
Alangkah indah petuah yang disampaikan Guru Nanak kepada umatnya. Pada masanya,
Guru Nanak telah mengangkat kedudukan perempuan dalam posisi yang sama
pentingnya dengan laki-laki. Guru Nanak tentu bermaksud mengajarkan umatnya
agar menghormati perempuan.
Ayat lain mengatakan:
“Mereka tidak disebut suami dan istri yang hanya sekedar
duduk bersama. Tetapi mereka disebut suami dan istri, yang memiliki satu jiwa
dalam dua tubuh”
(Guru Amar Das, Pauri, pg. 788)
Dengan demikian, tidak mengherankan jika perkawinan dalam
Sikh diyakini sebagai hubungan yang setara dalam cinta kasih dan rasa saling
berbagi antara suami istri.
Prinsip penghormatan terhadap perempuan juga diwujudkan Sikh
ketika merespon tradisi-tradisi lokal yang sangat mendiskreditkan perempuan.
Misalnya tradisi yang berlaku di India pada masa itu yang mengharuskan seorang
istri membakar dirinya manakala suaminya meninggal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar